Awalnya, sepaktakraw di Indonesia dikenal dengan nama sepakraga. Permainan rakyat ini banyak diminati kaum laki- laki di nusantara, seperti Sulawesi yang dikenal dengan sebutan “Ma’raga” atau “Ma’daga”, sementara di tanah Sumatra dikenal dengan sebutan “Rago”.
Permainan ini berasal dari zaman Kesultanan Melaka sekitar tahun 1402 sampai tahun 1511 yang dikenal sebagai Sepakraga dalam bahasa Melayu. Permainan ini dimainkan dengan bola yang terbuat dari anyaman rotan dan pemain berdiri membentuk lingkaran. Menurut Darwis dan Basa (1992: 6), nama sepaktakraw merupakan perpaduan antara bahasa Malaysia dan bahasa Muangthai yaitu:
a. Sepak berasal dari bahasa Malaysia yang berarti Sepak.
b. Takraw berasal dari bahasa Muangthai yang berarti Rotan.

